Dikutip
dari Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, Nabi Muhammad
SAW merupakan pemuda yang memiliki akhlak baik dan bekerja sebagai pedagang,
sedangkan Khadijah RA merupakan seorang janda 40 tahun yang terpandang, cantik,
kaya, terhormat, dan dikenal sebagai pedagang yang sukses.
Pertemuan
pertama antara Khadijah RA dan Nabi Muhammad SAW terjadi ketika Khadijah RA
mempekerjakan Nabi Muhammad SAW untuk membawa barang dagangannya ke Syam. Nabi
Muhammad SAW pun pergi ke Syam bersama pelayan Khadijah RA yang bernama
Maisarah. Mereka mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda dari hasil
penjualan tersebut.
Maisarah
mengabarkan kepada Khadijah RA tentang sifat mulia, kecerdikan, dan kejujuran
Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut membuat Khadijah RA kagum dan tertarik dengan
Nabi Muhammad SAW.
Khadijah
RA meminta rekannya, Nafisah binti Munyah, untuk menemui Nabi Muhammad SAW dan
membuka jalan agar beliau mau menikah dengannya. Nabi Muhammad SAW pun menerima
tawaran tersebut dan menemui paman-pamannya. Kemudian paman Nabi Muhammad SAW
menemui paman Khadijah RA untuk mengajukan lamaran.
Setelah
semua dianggap selesai, maka pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah pun
dilaksanakan dengan maskawin 20 ekor unta.
Khadijah
RA adalah wanita pertama yang dinikahi Nabi Muhammad SAW. Beliau tidak pernah
menikahi wanita lain sampai Khadijah RA meninggal.
Ali
Muhammad Ash-Shallabi dalam bukunya Sirah Nabawiyah Jilid 1 mengemukakan,
pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah RA mendapat karunia dua anak
laki-laki dan empat anak perempuan.
Anak
pertama laki-laki bernama Al-Qasim dan anak kedua bernama Abdullah. Mereka
wafat pada saat masih kecil. Adapun, anak perempuan mereka bernama Zainab,
Ruqayah, Ummu Kultsum, da Fathimah. Mereka semua masuk Islam dan ikut hijrah ke
Madinah serta menikah.
Masih
mengutip dari sumber buku yang sama, bahwa dari kisah pernikahan Nabi Muhammad
SAW dengan Khadijah RA di atas memiliki beberapa hikmah, di antaranya:
Berdagang
dengan Cara Amanah dan Jujur
Nabi
Muhammad SAW dan Khadijah RA menerapkan cara untuk berdagang dengan amanah dan
jujur. Hal tersebut memberikan keuntungan yang cukup besar. Allah SWT
menganugerahkan berkah kepada Khadijah melalui usaha yang dijalankan oleh Nabi
Muhammad SAW.
Berdagang
Merupakan Sumber Penghasilan atau Rezeki
Nabi
Muhammad SAW sebelum diutus menjadi nabi dan rasul melakukan kegiatan berdagang
untuk memenuhi kebutuhannya. Beliau selalu mempelajari dunia bisnis dari
pamannya.
Pernikahan
Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah RA adalah takdir Allah SWT
Allah
SWT telah memilih Khadijah RA untuk dijadikan istri Nabi Muhammad SAW. Khadijah
RA diharapkan akan meringankan beban kehidupan ekonomi Nabi Muhammad SAW dan
membantu beliau dalam mengemban Islam, serta menemani duka Nabi Muhammad SAW.
Pernikahan
Bukan Sekadar untuk Kenikmatan Biologis
Nabi
Muhammad SAW menikahi Khadijah RA yang berusia 40 tahun, yakni lebih tua dari
usia Nabi Muhammad SAW. Beliau menikah dengan Khadijah RA karena dia adalah
wanita terhormat dan terpandang di tengah kaumnya. Khadijah RA juga memiliki
predikat sebagai wanita suci dan terjaga kehormatannya.
Terdapat
hikmah dibalik wafatnya kedua putra mereka yang belum menginjak dewasa. Allah
SWT telah menganugerahkan mereka anak laki-laki agar tidak menjadi bahan cemooh
karena tidak bisa memberikan keturunan anak laki-laki.
Meskipun
Nabi Muhammad SAW dan Khadijah RA mendapatkan ujian berat ini, mereka tetap
tabah menerimanya karena hal ini merupakan cobaan yang diberikan oleh Allah
SWT.
Sumber :
@Sahabat Kisah

0 komentar:
Posting Komentar