Permohonan
Nabi Saat Di Perang Badar, Do’a Yang Menggetarkan Arsy Demi Tegaknya Kalimat
Tauhid
Menjelang
perang, Rasulullah SAW melihat perbandingan kekuatan yang sangat tidak
seimbang. 313 kaum Muslimin yang minim perlengkapan harus menghadapi 1.000
pasukan Quraisy dengan persenjataan lengkap. Beliau masuk ke dalam tenda
(al-’Arisy) dan terus menerus berdoa dengan penuh kepasrahan.
Rasulullah
SAW mengangkat kedua tangannya begitu tinggi ke arah kiblat hingga selendang
beliau terjatuh dari pundaknya. Beliau memohon dengan kalimat yang sangat
masyhur:
"Ya
Allah, penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa yang telah Engkau
janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan kelompok Islam ini,
niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di bumi ini." (HR. Muslim no.
1763)
Saking
khusyuk dan emosionalnya permohonan tersebut, Abu Bakar Ash-Shiddiq yang
menemani beliau merasa iba, lalu mengambil selendang yang jatuh dan
meletakkannya kembali ke pundak Rasulullah. Abu Bakar kemudian memegang pundak
beliau sambil berkata:
"Wahai
Nabi Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia pasti akan
menepati apa yang telah Dia janjikan kepadamu."
Allah
SWT langsung menjawab doa Nabi dengan menjanjikan bantuan ribuan malaikat, yang
kemudian diabadikan dalam Al-Qur'an.
"(Ingatlah),
ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu:
'Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu
malaikat yang datang berturut-turut'." (QS. Al-Anfal: 9)
Hikmah
dari Penjelasan Ulama:
Para
ulama, termasuk Imam An-Nawawi, menjelaskan bahwa perkataan Nabi "Engkau
tidak akan disembah lagi" bukanlah bentuk keraguan, melainkan bentuk
Ibtihal (permohonan yang sangat mendalam). Beliau menyadari bahwa kaum Muslimin
saat itu adalah satu-satunya penjaga tauhid di muka bumi. Jika mereka binasa,
maka syariat Allah akan terputus dari dunia.
Kesimpulan:
Peristiwa ini mengajarkan bahwa sekuat apa pun persiapan manusia, doa dan
sandaran total kepada Allah adalah kunci kemenangan sejati. Perang Badar bukan
hanya kemenangan fisik, tapi kemenangan iman atas keputusasaan. Allahu Akbar……
Sumber : @Sahabat Kisah
0 komentar:
Posting Komentar