Peristiwa Terbelahnya Bulan : Mukjizat Rasulullah yang Membungkam Kesombongan Kaum Musyrikin

Malam di Makkah itu sunyi. Langit terbentang jernih, dan bulan purnama menggantung penuh di atas Ka‘bah. Namun di bawah cahaya bulan, hati kaum Quraisy justru gelap oleh kesombongan. Mereka mendatangi Rasulullah ﷺ dengan tantangan yang angkuh.

“Wahai Muhammad, jika engkau benar seorang nabi, maka belahlah bulan untuk kami.” Mereka tidak mencari kebenaran. Mereka hanya ingin alasan baru untuk mendustakan. Namun Rasulullah ﷺ tidak marah. Beliau tidak berdebat panjang. Beliau hanya menengadahkan pandangan ke langit - dan berdoa kepada Rabb-nya.

ISYARAT JARI YANG MENGGUNCANG LANGIT

Di hadapan para pemuka Quraisy, Rasulullah ﷺ mengangkat tangannya dan memberi isyarat ke arah bulan. Maka terjadilah sesuatu yang belum pernah disaksikan manusia sebelumnya, bulan itu terbelah dua. Satu bagian tampak di satu sisi gunung, dan bagian lainnya di sisi yang lain. Gunung Hira berada di antara dua belahan itu.

Orang-orang terdiam. Mata mereka terbuka lebar. Napas mereka tertahan. Allah ﷻ mengabadikan peristiwa itu dalam firman-Nya:

“Telah dekat hari Kiamat dan bulan pun terbelah.” (QS. Al-Qamar: 1)

Dan Allah melanjutkan: “Dan jika mereka melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: ‘Ini adalah sihir yang terus-menerus.’” QS. Al-Qamar: 2)

SAKSI MATA PARA SAHABAT

Peristiwa ini bukan dongeng, Bukan mimpi. Bukan ilusi. Ia disaksikan langsung oleh para sahabat Nabi ﷺ. Mas‘ud RA berkata:

“Bulan terbelah pada masa Rasulullah ﷺ menjadi dua bagian, satu di atas gunung dan satu di bawahnya. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Saksikanlah!’” (HR. Bukhari dan Muslim).

Anas bin Malik RA juga meriwayatkan: “Penduduk Makkah meminta Rasulullah ﷺ memperlihatkan tanda, lalu beliau memperlihatkan terbelahnya bulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

MUKJIZAT BESAR YANG DI DUSTAKAN

Alih-alih beriman, kaum Quraisy berkata: “Muhammad telah menyihir kita!”

Bahkan mereka berkata: “Tunggu para musafir dari luar Makkah. Jika mereka juga melihatnya, barulah kita percaya.” Ketika para musafir datang, mereka berkata: “Kami melihat bulan terbelah di langit.” Namun kesombongan telah menutup hati mereka. Mukjizat sebesar langit pun tak mampu menembus hati yang terkunci.

MAKNA di BALIK BULAN yang TERBELAH

Mukjizat ini bukan sekadar keajaiban visual. Ia adalah peringatan keras:

• Bahwa hari Kiamat sudah dekat

• Bahwa alam tunduk pada perintah Allah

• Bahwa Rasulullah ﷺ adalah utusan Allah 

  yang haq

Jika bulan saja bisa terbelah dengan izin Allah, maka hati manusia pun seharusnya bisa terbelah dari kesombongan menuju iman.

PESAN MORAL

Kaum Quraisy melihat bulan terbelah dengan mata kepala mereka, namun tetap kafir. Sementara kita… melihat ayat-ayat Allah setiap hari:

• Al-Qur’an,

• kehidupan,

• kematian,

• doa yang dikabulkan,

• dosa yang ditutupi.

Namun sering kali kita menunda taubat. Allah berfirman: “Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya serta kepada cahaya (Al-Qur’an) yang telah Kami turunkan.” (QS. At-Taghabun: 8).

Mukjizat membelah bulan adalah saksi bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar Nabi Allah. Namun mukjizat terbesar beliau tetaplah Al-Qur’an—yang hingga hari ini masih terbuka bagi siapa pun yang mau beriman.

Semoga Allah membelah hati kita dari kelalaian, dan menyatukannya kembali dengan cahaya iman.

Allahumma shalli ‘ala sayyidin Muhammad ﷺ

والله اعلام بصواب

Sumber : @Citra Islam

 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar