Kisah Sayyidina Husain : Air Mata Rasulullah Saat Mendengar Kabar dari Jibril A.S

Air mata Rasulullah SAW tak terbendung kala malaikat Jibril alaihisalam datang membawa kabar duka tentang cucunya, Husain bin Ali Abi Thalib.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan:

Diceritakan dari Ummi Salamah –radhiyallaahu ‘anhaa- beliau berkata: Adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam didalam rumahku, tiba-tiba masuklah Husain radhiyallaahu ‘anhu kepada beliau. Maka aku memandang keduanya dari pintu.

Saat itu Husain radhiyallaahu ‘anhu bermain-main diatas dada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, sementara ditangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam ada sebongkah tanah, dan air mata beliau mengalir.

Dan ketika Husain radhiyallaahu ‘anhu sudah keluar, maka aku pun masuk kepada beliau, maka aku berkata: “Dengan bapakku dan dengan ibuku jadi tebusannya, aku melihat engkau, ditangan engkau ada tanah sambil engkau menangis, maka beliaupun bersabda kepadaku: “Ketika aku bersuka-cita dengannya sementara dia diatas dadaku sambil bermain-main, maka datanglah Jibril ‘alaihissalaam kepadaku. Dia memberiku tanah yang mana dia akan dibunuh diatasnya, maka karena itulah aku menangis.

Dalam kitab Nuuruzhzhalaam karya Syeikh Nawawi al Bantani halaman 35

Diceritakan, sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memberinya (Ummu Salamah) sebuah botol yang di dalamnya ada tanah tempat dibunuhnya Husain. Botol tersebut ditinggalkan di sisinya.

Hal itu adalah ketika Jibril mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan dia mengkhabarkan beliau bahwasanya Husain akan dibunuh diatas tanah ini, dan dia (Jibril) memperlihatkan kepada beliau dari tanahnya bumi dimana Husain akan dibunuh diatasnya, dan beliaupun mencium tanah tersebut seraya berkata: “Celaka Karbala !”

Dan beliau berkata kepada Ummu Salamah: “Jika tanah ini sudah menjadi darah, maka cucuku, Husain dibunuh.”

Dan suatu ketika (dilihatnya tanah menjadi darah) maka terperanjatlah Ummu Salamah. Dia berkata kepada budak perempuannya: “Pergilah engkau kepasar. Lihatlah ada berita apa (disana).”. (diapun pergi kepasar) dan kembali lagi kepada Ummu Salamah. Dia berkata dengan gemetar: Husain bin Ali radhiyallaahu ‘anhu dibunuh.”

beberapa puluhan tahun kemudian ucapan Nabi SAW menjadi kenyataan. Tepat pada hari Asyura’ (10 Muharram), Husain bin Ali radliyallahu anhu cucu Rasulullah gugur syahid di tangan orang-orang yang dzalim.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada hari Jum’at 10 Muharram tahun 61 Hijriyyah. Kejadian ini sangat memilukan, menyedihkan dan merupakan musibah yang sangat besar bagi kaum muslimin.

Husain adalah putra Ali dan Fatimah radliallahu anhuma cucu Rasulullah yang sangat mirip dengan Nabi SAW baik fisik maupun akhlaknya. Husain bin Ali adalah seorang pemimpin yang shaleh, bertakwa, wara’ dan zahid. Mengenai keutamaan beliau dan saudaranya (al-Hasan bin Ali) Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

Maknanya: “al-Hasan dan al-Husain adalah sayyid (pemimpin) para pemuda di surga”. (HR. Tirmidzi).

Sumber : @Sahabat Kisah

Share:

0 komentar:

Posting Komentar