Sejarah
umat manusia tidak lepas dari bimbingan para nabi yang diutus untuk menjaga
tauhid dan memperbaiki akhlak. Dalam sebuah tausiyah yang disampaikan oleh
**Ustadz Abu Humairoh** melalui kanal YouTube "Kanal Masjid", beliau
mengulas secara mendalam kisah Nabi Syits AS dan Nabi Idris AS. Pembahasan ini
menjadi sangat relevan karena menelusuri akar sejarah munculnya berbagai
kemungkaran pertama di dunia, seperti pembunuhan, zina, hingga asal-usul
kesyirikan. Melalui artikel ini, kita akan memahami bagaimana para nabi
terdahulu berjuang mempertahankan nilai-nilai ketuhanan di tengah godaan iblis
yang terus mengintai anak cucu Adam.
**Pembahasan
Utama**
**Nabi
Syits: Sang "Hibatullah" Pengganti Habil**
Setelah
peristiwa pembunuhan Habil oleh Qobil—yang merupakan pembunuhan pertama dalam
sejarah manusia—Nabi Adam AS sangat berduka karena Habil adalah putra yang
mewarisi akhlak dan agamanya. Sebagai penghibur dan pengganti, Allah
menganugerahkan putra bernama Syits, yang dalam bahasa Ibrani berarti
**"Hibatullah"** atau pemberian Allah. Nabi Syits dididik langsung
oleh Adam AS dengan ilmu agama, akhlak mulia, serta amalan ibadah siang dan
malam.
Nabi
Syits memimpin kaumnya yang menetap di wilayah perbukitan, sementara keturunan
Qobil tinggal di wilayah lembah. Pada masa itu, penyimpangan akidah
(kesyirikan) belum terjadi; manusia masih mentauhidkan Allah, namun mulai
terjadi pembusukan akhlak di kalangan keturunan Qobil karena ketiadaan nabi
yang membimbing mereka.
**Awal
Mula Kemungkaran: Musik, Tabarruj, dan Zina**
Kerusakan
moral pertama kali muncul di kabilah Qobil yang berada di lembah. Tanpa
bimbingan agama, para wanita dari kaum Qobil mulai melakukan **tabarruj** atau
bersolek dan menampakkan aurat. Iblis kemudian memanfaatkan peluang ini dengan
menyamar sebagai manusia dan menciptakan alat musik pertama berupa seruling
untuk memalingkan manusia dari jalan Allah.
Suara
musik yang hingar-bingar dari lembah menarik perhatian para pemuda dari kaum
Nabi Syits di perbukitan yang memiliki paras tampan. Pertemuan antara pemuda
tampan dari kaum Syits dan wanita cantik yang bersolek dari kaum Qobil memicu
terjadinya **ikhtilat** (percampuran pria-wanita) dan berakhir pada perzinahan
pertama di alam semesta. Nabi Syits telah berupaya keras mendakwahi kaumnya dan
melarang mereka berinteraksi dengan kaum Qobil, sebuah perjuangan yang ia
teruskan hingga akhir hayatnya.
**Nabi
Idris: Pelopor Pena, Ilmu, dan Jihad**
Nabi
Idris AS, atau yang dikenal dengan nama Honuk, adalah nabi ketiga setelah Adam
dan Syits. Beliau dianugerahi kecerdasan luar biasa dan menjadi manusia pertama
yang mencatat menggunakan pena serta gemar membaca. Dalam sejarah kenabian,
Idris AS menerima 30 *suhuf* (lembaran wahyu) dari total 100 *suhuf* yang
diturunkan sebelum kitab-kitab besar lainnya.
Selain
dikenal karena ilmunya, Nabi Idris adalah nabi pertama yang melancarkan
**jihad** untuk memerangi kemungkaran kaum Qobil yang semakin rusak. Beliau
juga nabi pertama yang menawan musuh dan mengambil harta rampasan perang,
meskipun pada saat itu harta tersebut tidak boleh dimanfaatkan dan harus
diletakkan di bukit untuk dibakar oleh api langit sebagai tanda diterimanya
jihad tersebut. Al-Qur'an memuji beliau sebagai sosok yang jujur dan diangkat
ke tempat yang tinggi.
**Akar
Kesyirikan dan Munculnya Berhala**
Penyimpangan
akidah atau kesyirikan pertama kali tidak terjadi pada masa Nabi Idris,
melainkan sekitar 1.000 tahun setelah wafatnya beliau. Hal ini bermula dari
wafatnya orang-orang saleh dari keluarga Wadd, Suwa', Yaghuth, Ya'uq, dan Nasr.
Untuk mengenang kebaikan mereka, generasi awal membuat patung sebagai pengingat
ibadah. Namun, setan membisikkan kepada generasi-generasi berikutnya—yang sudah
kehilangan ilmu agama—bahwa nenek moyang mereka menyembah patung-patung
tersebut untuk meminta bantuan. Inilah awal mula penyembahan berhala di dunia
yang kemudian memicu diutusnya Rasul pertama, Nabi Nuh AS.
**Rangkuman
Detail / Intisari**
Berikut
adalah poin-poin utama dari sejarah Nabi Syits dan Nabi Idris:
**Nabi
Syits AS:** Diberikan Allah sebagai pengganti Habil; ia memimpin kaum di
perbukitan dan menjaga syariat Adam AS.
**Kemungkaran
Awal:** Musik (seruling), tabarruj, dan zina pertama kali muncul di kabilah
Qobil akibat campur tangan iblis.
**Wahyu
Suhuf:** Sebanyak 100 suhuf diturunkan, di mana Nabi Syits menerima 50 lembar
dan Nabi Idris menerima 30 lembar.
**Keutamaan
Nabi Idris AS:** Manusia pertama yang menulis dengan pena, melakukan jihad, dan
diangkat derajatnya oleh Allah.
**Munculnya
Syirik:** Kesyirikan baru muncul 1.000 tahun pasca-Idris karena penyimpangan
tujuan pembuatan patung orang saleh.
**Penutup**
Kisah
Nabi Syits dan Nabi Idris memberikan pelajaran berharga bahwa kerusakan moral
sering kali menjadi pintu masuk bagi kerusakan akidah. Iblis bekerja secara
bertahap, mulai dari menggoda manusia melalui musik dan pergaulan bebas, hingga
akhirnya menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesyirikan melalui pengultusan
tokoh. Pesan utama dari sejarah ini adalah pentingnya menjaga ilmu agama dan
bimbingan ulama agar generasi mendatang tidak kehilangan arah. Kita diharapkan
dapat mengambil hikmah untuk tetap teguh pada tauhid dan waspada terhadap
langkah-langkah setan yang sering kali dimulai dari hal-hal yang tampak kecil.
Wallahu’alam
0 komentar:
Posting Komentar