Abdurrahman
bin Auf radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat Nabi ﷺ yang termasuk
As-Sabiqunal Awwalun, orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Ia masuk
Islam melalui dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, jauh sebelum hijrah ke Madinah.
Di Makkah, Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai pedagang yang kaya, Namun ketika tekanan dan siksaan terhadap kaum Muslimin semakin berat, ia memilih meninggalkan seluruh hartanya demi mempertahankan iman dan berhijrah bersama Rasulullah ﷺ.
Persaudaraan
di Madinah
Sesampainya
di Madinah, Rasulullah ﷺ mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad bin
Rabi’ RA, seorang sahabat Anshar yang kaya dan dermawan. Sa’ad bin Rabi’
berkata: “Aku adalah orang Anshar yang paling kaya. Aku akan membagi dua
hartaku untukmu.” Namun Abdurrahman bin Auf menjawab dengan penuh kehormatan
dan tulus : “Barakallahu laka fi ahlika wa malika, tunjukkan aku di mana
pasar.” Ia tidak meminta harta, tidak bergantung pada manusia, tetapi
bertawakal penuh kepada Allah. Riwayat : HR. Al-Bukhari no. 2048.
Keberkahan
dalam Bisnis
Abdurrahman
bin Auf mulai berdagang di pasar Bani Qainuqa’. Ia berdagang dengan kejujuran,
amanah, dan tanpa riba. Tidak lama kemudian, Allah memberkahi usahanya.
Suatu
hari Rasulullah ﷺ melihat bekas warna kuning (wewangian) pada tubuh Abdurrahman
bin Auf, lalu beliau bertanya. Abdurrahman menjawab bahwa ia telah menikah dan
memberikan mahar berupa emas seberat biji kurma. Rasulullah ﷺ bersabda : “Adakanlah
walimah walau hanya dengan seekor kambing.” Riwayat : HR. Al-Bukhari no.
2049, HR. Muslim no. 1427.
Kaya
Raya, Tapi Sangat Dermawan
Meski
menjadi salah satu sahabat terkaya, Abdurrahman bin Auf tak pernah menjadikan
harta sebagai tujuan hidup. Ia pernah : Menyedekahkan 700 ekor unta beserta
muatannya, membebaskan banyak budak, menyumbangkan harta besar untuk jihad dan
kaum fakir. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda : “Abdurrahman
bin Auf akan masuk surga dengan merangkak. ”Perkataan ini bukan celaan, tetapi
peringatan bahwa banyaknya harta akan panjang hisabnya, hingga Abdurrahman bin
Auf sering menangis karena takut kepada Allah. Riwayat : HR. Ahmad (hadits
hasan menurut sebagian ulama).
Takut
Dunia, Rindu Akhirat ketika disajikan makanan mewah, Abdurrahman bin Auf pernah
menangis dan berkata : “Mush’ab bin ‘Umair lebih baik dariku, ia gugur dan
bahkan kafannya tidak cukup menutupi tubuhnya.”Ia khawatir jika kenikmatan
dunia disegerakan baginya, sementara sahabat-sahabatnya telah wafat dalam
kesederhanaan. Riwayat : HR. Al-Bukhari no. 4042.
Kedudukan
Yang Sangat Mulia
Abdurrahman
bin Auf termasuk:
1. 10
sahabat yang dijamin masuk surga
2.
Sahabat yang hartanya menjadi penopang dakwah Islam
3.
Teladan bahwa kaya tidak identik dengan cinta dunia
Riwayat
10 sahabat dijamin surga : HR. At-Tirmidzi no. 3747 (hasan shahih).
Pelajaran
Besar dari Abdurrahman bin Auf
1.
Kekayaan bukan penghalang taqwa
2.
Bisnis bisa menjadi jalan ibadah
3. Harta
di tangan, bukan di hati
4.
Ikhlas dan jujur membuka pintu keberkahan
Abdurrahman
bin Auf mengajarkan kita : Bekerjalah sekuat tenaga, bertawakallah sepenuh
hati, dan jadikan harta sebagai jalan menuju Allah, bukan tujuan hidup. Semoga
Allah menjadikan kita seperti Abdurrahman bin Auf, diberi rezeki yang luas,
namun hati tetap tunduk dan ringan bersedekah.
Sumber : @Majelis Tausiyah Cinta

0 komentar:
Posting Komentar